Banda Aceh-CSIRT mengimbau seluruh Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh yang mengembangkan atau mengelola aplikasi berbasis Laravel Framework untuk segera melakukan pemeriksaan dan pembaruan terhadap kerentanan CVE-2026-114509. Kerentanan ini merupakan kelemahan Improper Authentication dengan tingkat risiko Critical dan skor CVSS 9.2, yang memungkinkan penyerang melewati proses autentikasi tanpa memiliki token API yang sah.
Ikhtisar
CVE-2026-114509 merupakan kerentanan pada mekanisme autentikasi TokenGuard di Laravel. Kerentanan ini dipicu oleh penanganan kredensial yang tidak tepat ketika menerima input dengan tipe data selain string. Pada lingkungan sistem yang menggunakan konfigurasi basis data MySQL atau MariaDB tertentu, celah ini memungkinkan penyerang tanpa autentikasi mengirimkan kredensial yang dimanipulasi untuk memicu pencocokan akun pengguna lain secara tidak sah saat proses pencarian pengguna (user lookup) berlangsung.
Dampak
Eksploitasi yang berhasil dapat memberikan konsekuensi sebagai berikut:
- Akses tidak sah terhadap endpoint API atau halaman yang dilindungi sistem.
- Pengambilalihan sesi pengguna sah tanpa memerlukan otorisasi atau token yang valid.
- Pencurian atau kebocoran data sensitif yang berada di dalam aplikasi.
- Perubahan data tanpa izin dan penyalahgunaan fungsi aplikasi sesuai dengan hak akses akun yang berhasil dikompromikan.
Sistem yang Terdampak
| Produk | Versi Terdampak | Versi Perbaikan |
|---|---|---|
| Laravel Framework 12 | Sebelum 12.68.0 | 12.68.0 |
| Laravel Framework 13 | Sebelum 13.29.0 | 13.29.0 |
Detail Teknis
Kerentanan ini berkaitan erat dengan CWE-287 (Improper Authentication) dan CWE-1287 (Improper Validation of Specified Type of Input). Akar masalah bermula ketika sistem gagal memvalidasi tipe data dari inputan secara ketat sebelum memprosesnya ke dalam basis data. Saat TokenGuard menerima tipe data non-string, perilaku spesifik dari MySQL atau MariaDB dalam menangani pencocokan tipe data (type juggling/casting) menyebabkan sistem mengembalikan nilai yang dianggap cocok (true) terhadap kredensial token acak milik pengguna lain di dalam tabel pengguna, sehingga sistem menganggap penyerang telah terautentikasi secara sah.
Rekomendasi
-
Lakukan pembaruan. Segera perbarui
laravel/frameworkke rilis versi aman, yaitu versi 12.68.0 atau 13.29.0 (atau rilis yang lebih baru) melalui Composer. -
Periksa konfigurasi autentikasi. Lakukan peninjauan pada berkas
config/auth.phpuntuk mengidentifikasi apakah aplikasi menggunakan mekanismeTokenGuarddan menggunakan koneksi basis data MySQL atau MariaDB yang berisiko. - Validasi tipe data (Mitigasi Sementara). Apabila pembaruan belum dapat diterapkan, terapkan validasi tipe data secara ketat di sisi server dengan memastikan bahwa kredensial token API hanya dan harus menerima input bertipe string.
-
Audit Dependensi. Jalankan perintah
composer auditpada lingkungan proyek untuk memastikan tidak ada lagi sisa paket rentan yang tertinggal. - Tinjau log aktivitas. Lakukan analisis pada log akses API dan aktivitas autentikasi untuk mencari anomali. Apabila ditemukan indikasi eksploitasi, segera cabut (revoke) token atau sesi yang terdampak dan lakukan pemulihan akun sesuai prosedur respons insiden.
Perangkat Daerah yang mengembangkan aplikasi menggunakan Laravel Framework dan membutuhkan pendampingan teknis terkait pembaruan, pemeriksaan source code, maupun penanganan indikasi kompromi dapat menghubungi Banda Aceh-CSIRT melalui kanal pelaporan resmi.
Referensi
- ID-SIRTII/CC — Security Advisory CVE-2026-114509 (Laravel)
- NVD — https://nvd.nist.gov/vuln/detail/cve-2026-114509
- GitHub Security Advisory — https://github.com/laravel/framework/security/advisories/GHSA-f9x3-7vq9-cph6
- Rapid7 — https://www.rapid7.com/db/vulnerabilities/cve-2026-114509/
- Laravel Release v12.68.0 — https://github.com/laravel/framework/releases/tag/v12.68.0
- Laravel Release v13.29.0 — https://github.com/laravel/framework/releases/tag/v13.29.0