Banda Aceh-CSIRT mengimbau seluruh Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh yang menggunakan perangkat MikroTik RouterOS untuk segera melakukan identifikasi versi, evaluasi kerentanan, serta memastikan sistem telah menggunakan versi RouterOS yang telah diperbaiki. MikroTik RouterOS merupakan salah satu komponen penting dalam pengelolaan infrastruktur jaringan, sehingga kerentanan pada perangkat tersebut dapat berdampak langsung terhadap keamanan dan keberlangsungan layanan jaringan.
Berdasarkan publikasi vendor MikroTik dan National Vulnerability Database (NVD), telah ditemukan berbagai kerentanan pada RouterOS, antara lain access control, security misconfiguration, injection, dan denial of service. Beberapa kerentanan, termasuk CVE-2018-14847 dan CVE-2018-7445, tercatat dalam katalog Known Exploited Vulnerabilities (KEV) CISA dan masih terdeteksi aktif dieksploitasi oleh penyerang.
Ikhtisar
Kerentanan pada MikroTik RouterOS memiliki tingkat keparahan yang beragam, mulai dari Low, Medium, High, hingga Critical. Berdasarkan rekapitulasi kerentanan, terdapat sejumlah kerentanan kritis dengan skor CVSS hingga 9.8, termasuk CVE-2022-45315, CVE-2018-7445, dan CVE-2017-20149. Selain itu, CVE-2018-14847 memiliki skor CVSS 9.1.
Di Indonesia, hasil penelusuran menunjukkan tingginya eksposur aset MikroTik terhadap berbagai kerentanan. Empat CVE teratas masing-masing teridentifikasi pada 7.440 aset, sementara satu CVE lainnya teridentifikasi pada 4.332 aset. Berdasarkan tingkat keparahan, sebanyak 66,3% berada pada kategori Medium, 26,7% High, 5,8% Critical, dan 1,2% Low. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya prioritas mitigasi terutama terhadap kerentanan kategori High dan Critical.
Dampak
Kerentanan pada RouterOS dapat dimanfaatkan melalui berbagai teknik serangan, antara lain:
- Exploitation of Network Services — Penyerang dapat memanfaatkan kerentanan pada layanan jaringan yang berjalan di RouterOS untuk memperoleh akses atau menjalankan tindakan tanpa otorisasi. Risiko meningkat apabila layanan tersebut diekspos langsung ke Internet.
- Authentication Bypass — Penyerang dapat memperoleh akses terhadap fungsi atau sumber daya perangkat tanpa melalui mekanisme autentikasi dan otorisasi yang sah. Pengambilalihan akun administratif dapat memungkinkan perubahan routing, firewall, VPN, DNS, DHCP, penambahan akun, hingga menjadikan router sebagai titik masuk ke jaringan internal.
- Information Disclosure — Kerentanan dapat menyebabkan kebocoran konfigurasi sistem, data jaringan, maupun parameter layanan yang dapat digunakan penyerang untuk melakukan pemetaan terhadap arsitektur jaringan.
- Privilege Escalation — Penyerang dapat meningkatkan hak akses dari tingkat rendah menjadi administrator sehingga memperoleh kemampuan untuk memodifikasi konfigurasi sistem, firewall, serta akun pengguna.
- Denial of Service (DoS) — Eksploitasi terhadap kelemahan pemrosesan paket atau input tertentu dapat menyebabkan perangkat tidak stabil, mengalami crash, atau berhenti beroperasi. Karena router berperan sebagai gateway dan batas keamanan jaringan, gangguan tersebut dapat menyebabkan terputusnya konektivitas Internet maupun komunikasi antarsegmen jaringan internal.
Sistem yang Terdampak
Rekapitulasi mencatat berbagai versi MikroTik RouterOS yang terdampak oleh sejumlah CVE. Beberapa kerentanan kritis yang perlu menjadi perhatian antara lain:
| CVE | Tingkat Risiko | CVSS | Produk/Versi Terdampak |
|---|---|---|---|
| CVE-2022-45315 | Critical | 9.8 | RouterOS sebelum versi 7.6 |
| CVE-2018-7445 | Critical | 9.8 | RouterOS sebelum 6.41.3 dan RouterOS 6.42 |
| CVE-2017-20149 | Critical | 9.8 | RouterOS sebelum 6.37.5 dan versi 6.38 sebelum 6.38.5 |
| CVE-2018-14847 | Critical | 9.1 | RouterOS sampai versi 6.42 |
| CVE-2022-45313 | High | 8.8 | RouterOS sebelum versi 7.5 |
| CVE-2025-6443 | High | 7.2 | RouterOS sebelum versi 7.20 |
| CVE-2024-54772 | Medium | 5.4 | RouterOS sebelum versi 6.49.18, versi 6.49.13, dan RouterOS 7 sebelum 7.18 |
Daftar lengkap pada rekapitulasi mencakup 72 CVE dengan tingkat keparahan mulai dari Low hingga Critical. Versi RouterOS yang terdampak berbeda-beda pada setiap CVE, sehingga pengelola perangkat perlu melakukan pengecekan versi secara spesifik terhadap kerentanan yang relevan.
Sektor Terancam
Kerentanan MikroTik RouterOS berpotensi memberikan dampak terhadap berbagai organisasi yang menggunakan perangkat jaringan MikroTik, khususnya:
- Industri Telekomunikasi — Penyedia layanan komunikasi global, operator seluler, dan perusahaan penyedia backbone jaringan.
- Infrastruktur Kritis — Organisasi yang mengelola sistem komunikasi penting, termasuk layanan pemerintah, pertahanan, dan perusahaan penyedia layanan Internet (ISP).
- Perusahaan Enterprise — Organisasi yang menggunakan perangkat jaringan rentan pada sistem enterprise lokal.
Detail Teknis
Salah satu kategori serangan yang perlu diperhatikan adalah Exploitation of Network Services, yaitu pemanfaatan kelemahan pada layanan jaringan yang berjalan di RouterOS untuk memperoleh akses atau menjalankan tindakan tanpa otorisasi. Eksposur port layanan ke Internet dapat meningkatkan risiko karena layanan tersebut dapat menjadi titik awal (initial access) bagi penyerang.
Kerentanan Authentication Bypass memiliki dampak yang sangat serius karena dapat memungkinkan penyerang mengakses fungsi perangkat tanpa autentikasi yang sah. Apabila akses administratif berhasil diperoleh, penyerang dapat mengubah konfigurasi routing, firewall, VPN, DNS, DHCP, menambahkan akun baru, serta menggunakan router sebagai titik masuk menuju jaringan internal.
Sementara itu, kerentanan Information Disclosure dapat memberikan informasi mengenai konfigurasi sistem, jaringan, dan parameter layanan. Informasi tersebut dapat digunakan pada tahap reconnaissance untuk memahami arsitektur jaringan dan menentukan vektor serangan berikutnya.
Kerentanan Privilege Escalation juga menjadi perhatian karena peningkatan hak akses hingga tingkat administrator dapat menghilangkan batasan keamanan pada perangkat. Penyerang kemudian dapat memodifikasi konfigurasi sistem, firewall, maupun akun pengguna tanpa batasan.
Selain itu, kelemahan yang dapat menyebabkan Denial of Service (DoS) berpotensi mengakibatkan router mengalami crash atau berhenti beroperasi. Mengingat fungsi router sebagai gateway dan batas keamanan jaringan, gangguan terhadap perangkat dapat berdampak pada konektivitas Internet maupun komunikasi antarsegmen jaringan internal.
Rekomendasi
- Lakukan pembaruan RouterOS secara berkala ke versi stabil terbaru untuk menutup celah keamanan dan menerapkan patch resmi dari vendor MikroTik.
- Prioritaskan perangkat dengan versi RouterOS yang masih terdampak CVE Critical dan High, terutama perangkat yang terhubung langsung ke Internet.
- Jangan mengekspos layanan manajemen secara langsung ke Internet, termasuk WinBox, REST API, SMB, dan layanan lainnya. Akses manajemen sebaiknya dilakukan melalui jalur aman seperti VPN.
- Nonaktifkan layanan yang tidak diperlukan pada RouterOS untuk mengurangi attack surface yang dapat dimanfaatkan penyerang.
- Batasi akses berdasarkan alamat IP dan segmen jaringan terpercaya menggunakan mekanisme whitelisting serta aturan firewall dengan prinsip least privilege.
- Lakukan hardening terhadap service, firewall, akun, akses administratif, dan parameter jaringan setelah instalasi maupun deployment perangkat.
- Lakukan inventarisasi perangkat MikroTik dan identifikasi versi RouterOS yang digunakan untuk menentukan CVE yang relevan.
- Lakukan monitoring perangkat secara berkala untuk mendeteksi perubahan konfigurasi, akun administrator baru, aktivitas login mencurigakan, maupun indikasi kompromi.
- Pastikan backup konfigurasi tersedia sehingga perangkat dapat dipulihkan apabila terjadi kegagalan pembaruan maupun insiden keamanan.
Perangkat Daerah yang menggunakan MikroTik RouterOS dan membutuhkan pendampingan teknis terkait identifikasi versi, pembaruan, hardening, maupun pemeriksaan indikasi kompromi dapat menghubungi Banda Aceh-CSIRT melalui kanal pelaporan resmi.
Referensi
- MikroTik — Security Advisories
- MikroTik — RouterOS Download
- CISA — Known Exploited Vulnerabilities (KEV) Catalog
- CVE.org — CVE Records
- National Vulnerability Database (NVD)
Catatan: Artikel ini disusun berdasarkan rekapitulasi kerentanan MikroTik RouterOS bertanggal 19 Agustus 2026.